Mengapa Manajer Senior Tidak Mau Mendelegasikan?

Beberapa manajer senior gagal menyadari bahwa belajar mendelegasikan dapat menjadikan mereka manajer yang lebih baik dan membuat orang yang mereka awasi tetap terlibat dalam pekerjaan mereka. Manajer senior bahkan mungkin melihat delegasi sebagai alat yang mendukung karier bawahan, sekaligus membuat manajer menjadi kurang penting bagi perusahaan mereka.

Fungsi

Pendelegasian di tempat kerja melibatkan lebih dari sekadar menugaskan beberapa tugas kepada bawahan untuk membebaskan waktu manajer senior untuk menangani tugas-tugas lainnya. Mendelegasikan tugas juga mengharuskan manajer untuk menyerahkan sejumlah kekuasaan tertentu, memungkinkan karyawan untuk melakukan penilaian dan membuat berbagai keputusan sendiri untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Tanpa pendelegasian, manajer senior terlibat dalam menyelesaikan setiap langkah tugas, yang akan menggagalkan tujuan pendelegasian tugas kepada bawahan.

Masalah Kontrol

Beberapa manajer senior kesulitan melepaskan kendali atas apa pun yang memengaruhi pekerjaan mereka, menurut Harvard Business Review. Mereka takut bawahan akan lebih cemerlang dari mereka jika mereka berhasil menyelesaikan tugas yang didelegasikan, dan mereka bahkan mungkin khawatir bawahan akan menggantikan mereka. Namun, manajer senior akhirnya membuat departemen yang mereka awasi menjadi tidak efisien ketika mereka tidak akan menggunakan bakat orang lain untuk meningkatkan produktivitas. Manajer juga berisiko menjadi tidak efektif jika mereka tidak mencadangkan bakat mereka untuk tugas tingkat manajemen.

Menghemat waktu

Menghindari pendelegasian dapat dilihat sebagai strategi penghematan waktu bagi beberapa manajer senior. Harvard Business Review mencatat bahwa beberapa manajer secara otomatis berasumsi bahwa mereka dapat menyelesaikan tugas lebih cepat dan lebih baik daripada bawahan. Namun, seorang manajer senior tidak selalu tahu apa yang mampu dilakukan oleh karyawan lain karena dia menolak untuk mendelegasikan tugas. Manuver ini dapat menjadi bumerang bagi manajer yang kelebihan beban pekerjaan, karena mereka mungkin gagal mencapai tujuan perusahaan untuk sementara waktu.

Keterampilan Manajemen

Karyawan yang mendapatkan promosi ke posisi manajemen sering melakukannya karena mereka berkinerja baik dalam pekerjaan tingkat rendah, tetapi itu tidak berarti mereka tahu bagaimana menjadi manajer yang baik. Beberapa manajer senior tidak mendelegasikan karena mereka kurang memiliki keterampilan manajemen. Misalnya, manajer yang bukan komunikator yang baik mengalami kesulitan memberikan instruksi yang jelas kepada bawahan. Manajer lain kekurangan keterampilan orang, dan mereka tidak memahami bahwa tidak menggunakan bakat bawahan yang kompeten dapat menghambat motivasi dan moral karyawan.