Keuntungan & Kerugian dari Allusive Logos

Logo yang bersifat kiasan dapat membedakan bisnis dari pesaing mereka atau membuat konsumen bingung tentang apa yang dijual oleh pemiliknya. Logo alusif menghadirkan tantangan karena hubungannya dengan perusahaan hanya bersifat simbolis. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya lebih untuk menghubungkan antara logo dengan produk dan layanan perusahaan di benak pelanggan.

Karakteristik

Logo kiasan menunjukkan sesuatu tentang bisnis, produk, atau industrinya. Namun, koneksi logo ke bisnis atau industri sering kali tidak terlihat oleh konsumen pada pandangan pertama. Misalnya, putra Gottlieb Daimler mengadopsi bintang berujung tiga di logo Mercedes-Benz. Daimler adalah salah satu pendiri perusahaan mobil, dan dia pernah menggunakan bintang yang mirip untuk menandai rumah baru keluarganya pada kartu pos yang dia kirimkan kepada istrinya. Bintang bersudut tiga dipertahankan di logo ketika Daimler-Motoren-Gesellschaft dan Benz dan Cie bergabung untuk membentuk Daimler-Benz AG pada tahun 1926.

Pro

Salah satu keuntungan menggunakan logo alusif adalah biasanya logo tersebut tidak menyerupai logo perusahaan lainnya. Pedagang kopi, misalnya, yang menggunakan cangkir kopi atau biji kopi dalam desain logo mereka berisiko membuat konsumen bingung antara bisnis mereka dengan pesaing yang memiliki logo serupa. Pemilik bisnis juga dapat membangun pengikut setia jika konsumen secara positif mengidentifikasi perusahaan mereka dengan logo kiasan. Entrepreneur.com mencatat bahwa logo “swoosh” Nike tidak memiliki arti apapun, tetapi perusahaan membangun pelanggan yang mengikuti dengan menghubungkan “swoosh” ke produknya dan gaya hidup atletis.

Kontra

Logo kiasan biasanya tidak ada artinya bagi konsumen sampai sebuah perusahaan menginvestasikan banyak waktu dan uang untuk menghubungkan logo tersebut dengan mereknya. Namun, konsumen mungkin menemukan beberapa logo kiasan sulit untuk dipahami karena hubungannya dengan bisnis terlalu luas. Perusahaan juga berisiko membuat konsumen membuat hubungan yang tidak menguntungkan dengan logo yang menyinggung sesuatu di luar bisnis inti yang dianggap negatif oleh konsumen.

Pertimbangan

Bisnis kecil dengan anggaran periklanan yang ketat mungkin tidak mendapatkan keuntungan dari memiliki logo yang bersifat kiasan. Entrepreneur.com menunjukkan bahwa bisnis yang sedang berkembang seringkali tidak dapat menangani jutaan dolar dan komitmen lama yang dibutuhkan untuk membuat konsumen terhubung dengan logo-logo kiasan. Banyak bisnis kecil berjalan lebih baik dengan logo yang menyertakan nama perusahaan mereka atau ilustrasi yang dengan jelas mengkomunikasikan apa yang dilakukan perusahaan.