Hak & Tanggung Jawab Karyawan dalam Konstruksi

Menurut Departemen Tenaga Kerja AS, industri konstruksi adalah salah satu sumber lapangan kerja terbesar di negara itu, dengan sekitar 7,2 juta pekerja. Meskipun merupakan sumber pekerjaan yang signifikan, pekerja konstruksi menghadapi kondisi berbahaya di tempat kerja mereka. Hak dan tanggung jawab pekerja konstruksi sebagian besar berkaitan dengan standar keselamatan dan kesehatan dalam mengurangi bahaya di tempat kerja. Hak dan tanggung jawab ini terutama berasal dari Departemen Tenaga Kerja AS dan Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Kondisi Kerja yang Aman

Pekerja konstruksi berhak atas kondisi kerja yang aman. Perusahaan konstruksi memiliki tanggung jawab untuk membuat lokasi konstruksi lebih aman untuk mengurangi kematian akibat konstruksi. Karyawan berhak atas alat pelindung diri seperti sarung tangan pengaman, pelindung mata, helm dan penutup telinga. Tempat kerja yang aman ditandai dengan peralatan yang bekerja dengan baik. Karyawan berhak untuk tidak bekerja di lokasi konstruksi yang tidak aman sampai pemberi kerja membuat situs tersebut lebih aman.

Praktik Perburuhan yang Adil

Menurut DOL Fair Labour Standard Act, pekerja konstruksi berhak atas praktik perburuhan yang adil. Ini termasuk upah minimum dan lembur untuk pekerja muda, pekerja yang lebih tua serta imigran. Menurut Undang-undang, karyawan konstruksi berhak atas pembayaran waktu dan setengah dari upah reguler untuk waktu bekerja lebih dari 40 jam per minggu. Merupakan tanggung jawab pemberi kerja untuk mencatat durasi kerja seorang karyawan untuk menghitung pembayaran yang harus dibayarkan kepada karyawan tersebut.

Melaporkan

Karyawan konstruksi memiliki hak dan tanggung jawab untuk melaporkan kondisi kerja yang tidak aman. Karyawan harus melapor kepada pengawas lokasi atau pemberi kerja agar lokasi konstruksi dibuat lebih aman. Karyawan dapat meminta Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk memeriksa lokasi konstruksi, jika penyelia atau pemberi kerja gagal membuat situs tersebut lebih aman. Setelah melapor ke OSHA, seorang karyawan memiliki hak untuk bebas dari pembalasan dari majikan, misalnya, melalui pemutusan hubungan kerja atau pemotongan gaji.

Informasi

Karyawan yang bekerja di lokasi konstruksi berhak atas informasi tentang bahaya yang akan terjadi di lokasi kerja. Ini diatur oleh Standar Komunikasi Bahaya OSHA, yang mewajibkan pemberi kerja memberikan informasi tentang risiko di tempat kerja dan tindakan pencegahan yang harus diambil. Karyawan berhak untuk mengetahui tentang bahan kimia berbahaya di lokasi konstruksi, bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh peralatan, dan risiko kesehatan yang terkait dengan bekerja di lokasi konstruksi.