Peran Audit Internal dalam Tata Kelola Perusahaan

Tata kelola perusahaan dapat didefinisikan sebagai pengawasan terhadap kebijakan, prosedur, dan praktik perusahaan. Pengawasan ini membantu memastikan bahwa bisnis dijalankan untuk kepentingan terbaik perusahaan dan pemegang sahamnya. Proses pengelolaan tata kelola perusahaan biasanya ditangani oleh dewan direksi. Korporasi dapat mempekerjakan staf auditor untuk menguji dan memantau pengendalian internal.

Tanggung jawab

Tanggung jawab terakhir untuk tata kelola perusahaan di sebagian besar organisasi terletak langsung pada dewan direksi. Auditor internal bertanggung jawab untuk memastikan bahwa proses perusahaan dan pengendalian terkait berfungsi sebagaimana mestinya. Mereka juga dapat menentukan apakah proses korporasi dapat ditingkatkan dan dapat menghemat uang korporasi atau dapat menjadi lebih efisien. Memastikan bahwa sumber daya perusahaan digunakan secara efektif adalah peran utama auditor internal.

Penipuan

Salah satu tugas terpenting auditor internal adalah mendeteksi kecurangan. Jika dibiarkan, penipuan dapat menyebabkan hilangnya pendapatan jutaan dolar bagi perusahaan, dan juga dapat memengaruhi citra publik perusahaan. Dewan direksi banyak perusahaan hanya bergantung pada tim audit internal untuk mengungkap kasus penipuan dan penyalahgunaan.

Jenis Audit Internal

Berbagai jenis audit internal dapat dilakukan sepanjang tahun. Mereka mungkin fokus pada kendali keuangan, kendali operasi atau dan kendali teknologi informasi. Dewan direksi dapat memutuskan untuk menguji di semua bidang ini, atau mungkin hanya fokus pada satu.

Jangka waktu

Fungsi audit internal di sebagian besar perusahaan adalah proses sepanjang tahun yang dilakukan oleh karyawan. Biasanya, manajer audit menyusun rencana audit tahunan, dan dewan direksi menyetujui rencana tersebut. Sebagian besar audit perusahaan difokuskan dan dijadwalkan sesuai dengan tingkat risikonya. Area risiko tingkat tinggi sering kali mendapat perhatian paling besar dari fungsi audit internal untuk memastikan bahwa tujuan tata kelola perusahaan terpenuhi.