Apa Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Hutang dalam Struktur Modal Organisasi?

Pembiayaan hutang perusahaan termasuk penerbitan obligasi, saham preferen dan surat hutang. Setiap jenis utang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tetapi dalam semua kasus, penggunaan hutang yang berlebihan dapat berdampak negatif pada perusahaan, pemegang saham, dan karyawannya.

Kepemilikan dan Kontrol

Pemegang hutang tidak memiliki hak suara dan oleh karena itu tidak dapat mempengaruhi keputusan perusahaan. Sebuah perusahaan yang mendanai operasinya melalui penggunaan hutang melindungi pemegang sahamnya dari dilusi kepemilikan. Dilusi terjadi ketika perusahaan menerbitkan lebih banyak saham ekuitas, yang mengurangi persentase kepemilikan pemegang saham asli. Jika perusahaan membayar dividen reguler, hal ini akan mengurangi proporsi pembayaran dividen yang mengalir ke pemegang saham awal.

Mudah Dikelola

Sumber untuk pembiayaan hutang lebih mudah jika dibandingkan dengan pembiayaan ekuitas. Satu-satunya persyaratan yang dibutuhkan dalam proses ini adalah properti yang mengamankan hutang. Satu-satunya kewajiban yang dimiliki perusahaan adalah pembayaran hutang, tidak seperti ekuitas dimana proses dan pembayaran dividen harus diikuti. Kreditor bersedia membiayai perusahaan yang menunjukkan kinerja keuangan yang kuat dengan sedikit atau tanpa syarat yang melekat pada hutangnya. Sulit bagi perusahaan baru untuk membiayai operasinya melalui ekuitas karena persyaratan ketat yang disyaratkan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa.

Keuntungan Pajak

Perusahaan membayar pajak setelah mengurangi semua biaya yang timbul selama menjalankan bisnis. Pembayaran bunga adalah biaya yang dapat dikurangkan yang mengurangi pajak dengan jumlah yang sama dengan produk bunga yang dapat dikurangkan dan tarif pajak perusahaan. Pengurangan pajak atas bunga mengurangi biaya pendanaan utang. Oleh karena itu menguntungkan bagi perusahaan untuk membiayai operasinya dengan menggunakan hutang karena pembayaran bunga akan bebas pajak.

Risiko Kebangkrutan

Kewajiban hutang, seperti pembayaran bunga dan pokok, dapat memberikan tekanan pada perusahaan. Kegagalan manajemen dalam memastikan kebijakan pengelolaan kas yang baik dapat membuat perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya. Pemegang hutang secara hukum berhak atas pembayaran bunga dan pokok. Jika perusahaan tidak membayar sesuai yang dijanjikan, kreditor dapat memutuskan untuk menggugat perusahaan. Kesulitan terakhir memaksa perusahaan untuk mengajukan kebangkrutan, di mana kepemilikan aset perusahaan dialihkan dari pemegang saham ke pemegang hutang.