Strategi Segmentasi Pelanggan

Setelah bisnis mengidentifikasi target pasarnya - orang yang kemungkinan besar akan membeli barang dan jasanya - bisnis tersebut dapat membagi pelanggan lebih lanjut dengan menggunakan strategi segmentasi. Pelanggan di segmen ini memiliki satu atau lebih karakteristik. Dengan menggunakan pengetahuan ini, individu yang bertanggung jawab untuk memasarkan bisnis kecil mengembangkan rencana khusus untuk menjangkau pelanggan yang ditargetkan secara efektif. Segmentasi memungkinkan perusahaan untuk membangun hubungan dan loyalitas pelanggan dengan lebih memenuhi keinginan dan kebutuhan mereka. Meskipun perusahaan dapat menggunakan variabel yang tak terhitung jumlahnya untuk mensegmentasi pasarnya secara keseluruhan, ada beberapa variabel yang paling umum digunakan untuk segmentasi pelanggan.

Strategi Demografis

Segmentasi demografis melibatkan pembagian pasar pelanggan menggunakan variabel seperti jenis kelamin, usia, pendapatan, tingkat pendidikan, pekerjaan, status sosial ekonomi, jenis keluarga (tradisional, cerai, orang tua tunggal), agama, bahasa, budaya dan kebangsaan. Misalnya, suatu produk mungkin berhasil di satu wilayah negara dan gagal di wilayah lain karena konsentrasi budaya atau kebangsaan tertentu. Mainan dan pakaian biasanya dipasarkan dengan usia dan jenis kelamin tertentu, dan beberapa layanan dibuat khusus untuk mereka yang memiliki kelompok pendapatan tertentu (misalnya pembantu rumah tangga, pengasuh anak, penata taman). Jika target pasar Anda adalah keluarga dengan anak kecil, strategi pemasaran demografis akan membuat Anda mencari peluang iklan di majalah, buletin online, situs web, dan publikasi lain yang melayani keluarga ini.

Strategi Geografis

Segmentasi geografis membagi pasar menurut lokasi tertentu, dan dapat mengacu pada negara atau negara bagian secara keseluruhan atau dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan lingkungan. Segmentasi geografis juga dapat menggunakan variabel seperti iklim, ukuran kota atau kota, daerah pedesaan atau metropolitan, dan jenis lanskap (pegunungan, tepi pantai atau lahan pertanian). Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menentukan jenis produk yang berguna atau diperlukan di bidang tertentu. Misalnya, perusahaan yang mengkhususkan diri pada papan selancar dan peralatan olahraga pantai lainnya akan memfokuskan upayanya di negara bagian seperti Florida dan California di mana selancar adalah olahraga yang populer. Strategi ini memungkinkan komunikasi yang ditargetkan juga. Jika perusahaan menggunakan reklame di area pantai, pesannya lebih mungkin mencapai target yang dituju daripada memasang reklame yang sama di tengah kota.

Strategi Psikografis

Strategi psikografis membagi pasar pelanggan menurut nilai dan gaya hidup, status sosial, dan tipe kepribadian. Jenis segmentasi ini memisahkan pasar dengan cara seseorang yang menjalani gaya hidup tertentu menanggapi pertimbangan dan pembelian suatu produk atau layanan. Minat, sikap, pendapat, dan nilai semuanya berkontribusi pada pandangan seseorang terhadap suatu produk atau layanan. Misalnya, mereka yang memiliki pandangan politik liberal mungkin tidak tertarik dengan buku baru yang ditulis oleh penulis yang sangat konservatif. Dengan menggunakan strategi ini, sebuah perusahaan dapat menyajikan produknya dengan cara yang membuatnya menarik bagi kelompok tertentu, sesuai dengan status, kepribadian atau nilai mereka. Kelas sosial yang lebih tinggi mungkin lebih terbuka untuk layanan tambahan, fitur, dan penjualan eksklusif, sebagai contoh.

Strategi Perilaku

Strategi segmentasi perilaku berarti bahwa perusahaan menggunakan informasi yang diperoleh mengenai kebutuhan pelanggannya dan reaksi mereka terhadap kebutuhan tersebut. Perilaku dapat mencakup loyalitas pelanggan pada merek tertentu; membayar harga yang diminta untuk pembelian atau hidup dengan anggaran terbatas; pembelian berulang atau pelanggan pertama kali; atau pelanggan yang siap membeli atau siap membandingkan dengan apa yang telah mereka lihat di tempat lain. Pelanggan yang tersegmentasi menggunakan strategi ini juga dapat dibagi menurut cara mereka menggunakan produk atau layanan atau intensitas yang mereka gunakan - misalnya, pelanggan yang menyewa layanan pembersihan seminggu sekali versus pelanggan yang menyewa layanan yang sama sekali setiap enam bulan. Jika sebuah perusahaan menyadari bahwa ada kebutuhan akan pilihan tambahan dari rangkaian produk untuk memberikan variasi yang lebih banyak kepada pelanggan setia,dapat mengembangkan produk berdasarkan pengetahuan yang diterima melalui strategi segmentasi ini.