Apa yang dimaksud dengan Model Kesesuaian Tujuan-Kinerja?

Profesor Universitas Columbia David A. Nadler dan Michael L. Tushman mengembangkan model kesesuaian untuk bisnis. Model ini menawarkan pendekatan terstruktur untuk menganalisis pendorong utama kinerja organisasi. Penggerak ini adalah tugas, orang, struktur dan budaya. Semakin besar kesesuaian atau kesesuaian antara komponen tersebut, semakin tinggi kinerja organisasi.

Dasar

Model kesesuaian mendefinisikan transformasi masukan menjadi keluaran. Contoh proses transformasi perusahaan adalah penjabaran visi strategis pemilik usaha kecil ke dalam langkah-langkah operasional, seperti menentukan bauran produk dan demografi target. Transformasi melibatkan beberapa elemen, seperti struktur manajemen, pengendalian internal, dan budaya organisasi. Kesesuaian antara elemen-elemen tersebut menentukan kinerja dan sejauh mana perusahaan mampu mencapai tujuannya.

Makna

Menurut Mercer Delta, nilai sebenarnya dari model kesesuaian adalah menyediakan daftar periksa mental untuk menganalisis proses internal perusahaan dan kerangka kerja konseptual untuk mencapai perubahan mendasar. Langkah-langkah untuk mencapai perubahan ini termasuk mengumpulkan data kinerja, mengidentifikasi kesenjangan antara kinerja dan tujuan, serta mengembangkan dan menerapkan rencana tindakan untuk mengatasi kesenjangan tersebut.

Menggunakan

Gunakan pendekatan tiga langkah yang disederhanakan untuk menggunakan model kesesuaian. Langkah pertama melibatkan analisis setiap elemen model dari dua perspektif - sifat pekerjaan dan detail pemrosesan. Langkah kedua melibatkan menentukan bagaimana elemen-elemen ini cocok satu sama lain. Misalnya, pemilik bisnis kecil dapat mengevaluasi apakah dia memiliki orang yang tepat dalam peran pengembangan produk dan pemasaran utama, dan apakah dia memiliki struktur manajemen yang datar yang sesuai dengan budaya kewirausahaan startup yang khas. Langkah terakhir adalah mengidentifikasi tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan kesesuaian antara elemen yang berbeda ini, sehingga meningkatkan kinerja organisasi.

Pertimbangan

Model kesesuaian memetakan organisasi sebagai entitas sosial dan teknis. Tugas, tujuan dan struktur organisasi mewakili elemen teknis, sedangkan masyarakat dan budaya organisasi merepresentasikan elemen sosial. Model tersebut tidak menyarankan struktur atau budaya yang ideal, yang memberi manajemen fleksibilitas yang cukup besar dalam mengimplementasikan perubahan. Model tersebut juga membantu manajemen untuk memahami dan memprediksi dampak dari inisiatif perubahan ini.