Apa Asumsi Linearitas dalam Akuntansi?

Dalam akuntansi biaya, seorang akuntan sering menggunakan informasi tentang biaya selama periode tertentu untuk memproyeksikan biaya di masa depan. Ada beberapa metode yang dapat digunakan akuntan untuk estimasi, termasuk grafik pencar, persamaan nilai yang diharapkan dan regresi linier. Seorang akuntan dapat menggunakan regresi linier hanya jika ia dapat menerapkan asumsi linieritas pada biaya yang ia prediksi.

Tentang Asumsi Linearitas

Jika seorang akuntan menerapkan asumsi linieritas pada hubungan variabel biaya, ia menunjukkan bahwa hubungan antara kedua nilai tersebut linier. Dalam hubungan linier, sejumlah perubahan tertentu di satu nilai menyebabkan jumlah perubahan tertentu di nilai lainnya. Misalnya, hubungan antara biaya bahan dan harga produk yang terbuat dari bahan biasanya linier karena perubahan harga bahan menyebabkan perubahan harga produk yang sesuai.

Aplikasi

Ketika hubungan antara biaya dan variabel tertentu adalah linier, akuntan mengembangkan persamaan untuk menghitung biaya masa depan berdasarkan nilai variabel terkait. Misalnya, jika biaya tenaga kerja dan biaya bahan mempengaruhi total biaya produksi, akuntan akan mengembangkan persamaan untuk menghitung biaya produksi berdasarkan nilai tertentu untuk biaya tenaga kerja dan bahan. Dia kemudian dapat menggunakan persamaan ini untuk memproyeksikan biaya produksi di masa depan dalam skenario yang berbeda.

Regresi Kuadrat-Terkecil

Sangat sedikit hubungan variabel biaya yang linier sempurna. Namun demikian, akuntan masih dapat menerapkan asumsi linieritas jika hubungan antara biaya dan variabel yang mempengaruhinya mendekati linier. Untuk menentukan persamaan linier dalam kasus di mana hubungannya tidak linier sempurna, akuntan harus menghitung garis regresi kuadrat-terkecil, yang merupakan garis yang paling mendekati hubungan antar variabel.

Pertimbangan

Karena sebagian besar hubungan variabel biaya tidak linier sempurna, menggunakan fungsi linier untuk memperkirakan biaya terkadang dapat menghasilkan nilai yang salah. Bisnis mungkin mengandalkan perkiraan ini saat membuat keputusan keuangan, jadi perkiraan yang tidak akurat terkadang dapat menyebabkan keuntungan bisnis menurun. Untuk mencegah masalah, pemilik bisnis dapat mempertimbangkan untuk menggunakan beberapa metode perkiraan untuk memperkirakan biaya. Beberapa profesional akuntansi bahkan berpendapat bahwa model linier tidak sesuai untuk digunakan dalam akuntansi karena variabel akuntansi tidak didefinisikan dengan baik atau diukur dengan mudah.