Analisis dan Strategi Industri

Semua usaha kecil harus menganalisis industri atau pasar mereka untuk menentukan kekuatan persaingan. Perusahaan juga harus memahami peraturan pemerintah yang mempengaruhi industrinya. Setelah perusahaan menganalisis industrinya, ia dapat menerapkan strategi pemasaran dan periklanan yang dirancang untuk menghindari persaingan. Prosedur untuk analisis dan strategi Industri dapat mencakup penelitian sekunder dan utama, analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman), studi ATU (kesadaran, percobaan dan penggunaan), dan segmentasi pasar.

Penelitian Sekunder

Langkah pertama dalam analisis dan strategi industri sering kali adalah mengumpulkan informasi penelitian sekunder. Informasi ini biasanya diperoleh melalui sumber penelitian sekunder seperti NPD Group dan Nielsen. Informasi penelitian sekunder meliputi data seperti pangsa pasar, yaitu persentase penjualan yang dimiliki masing-masing pesaing dari total penjualan di industri. Informasi penelitian sekunder juga mencakup informasi tentang produk kompetitif, strategi dan promosi. Setelah perusahaan lebih memahami posisinya di pasar, ia dapat mulai merencanakan cara terbaik untuk menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produknya.

Analisis SWOT

Dalam analisis SWOT, perusahaan akan melihat faktor internal tertentu, termasuk kekuatan dan kelemahannya, vs. para pesaingnya, menurut QuickMBA.com. Konsekuensinya, perusahaan dapat menentukan mana yang memiliki keunggulan kompetitif, kemudian memanfaatkan keunggulan tersebut dengan memanfaatkan peluang tertentu. Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki jaringan distribusi yang kuat, perusahaan tersebut mungkin lebih mampu mendistribusikan produknya di pasar baru. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan penjualan dan keuntungannya.

Penelitian Primer

Analisis dan strategi industri juga mencakup penelitian utama, yaitu informasi yang diperoleh melalui survei telepon, surat, atau Internet. Tujuan dari penelitian utama adalah untuk melakukan studi pelanggan yang lebih mendalam, yang dapat lebih membantu perusahaan mengembangkan produk yang dibutuhkan pelanggannya. Misalnya, jika perusahaan menemukan bahwa pelanggan menginginkan fitur tambahan pada produk tertentu, strateginya adalah menambahkan fitur tersebut. Memberi pelanggan apa yang mereka inginkan juga dapat membantu perusahaan meningkatkan penjualan dan keuntungan.

Studi ATU

Studi ATU adalah survei telepon yang sifatnya lebih komprehensif. Ini dirancang untuk mengukur iklan perusahaan dan kesadaran merek vs. pesaing utama. Selain itu, perusahaan dapat menentukan bagaimana penilaian pelanggan perusahaan dan pesaing dalam hal kualitas, layanan, harga, nilai, dan banyak variabel lainnya. Studi ATU dapat digunakan untuk mengembangkan strategi pemasaran apa pun yang terkait dengan produk, harga, promosi, atau distribusi.

Segmentasi pasar

Segmentasi pasar adalah proses mempelajari pelanggan mana yang paling mungkin menggunakan produk perusahaan. Misalnya, pelanggan utama dapat memiliki berbagai karakteristik demografis atau perilaku. Karakteristik demografis meliputi jenis kelamin, usia, pendapatan, dan pendidikan. Karakteristik perilaku mencakup, misalnya, seberapa sering orang membeli suatu produk, dan apakah mereka pengguna ringan atau berat. Setelah perusahaan menentukan karakteristik pelanggannya, perusahaan dapat menargetkan mereka dengan lebih baik melalui iklan.